4 tips memilih bank untuk KPR rumah

Memiliki tempat tinggal baik itu berupa rumah atau apartemen sudah pasti merupakan dambaan setiap orang. Rumah selain menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia juga memiliki nilai tambah dari sisi investasi, dimana nilainya cenderung cepat naik dari waktu ke waktu. Oleh karena itu memiliki rumah saat ini adalah suatu keniscayaan. Ingat semakin lama ditunda semakin naik juga harganya :) Anda tidak perlu khawatir banyak cara untuk memiliki rumah. Salah satunya dan yang paling favorit adalah dengan uang bank melalui KPR (rumah) atau KPA (apartemen).

Ada sangat banyak bank yang memberikan fasilitas kpr rumah dengan tawaran menarik masing-masing, mulai potongan harga,bunga cicilan rendah,ataupun persyaratan yang lebih “mudah”.¬†Untuk itu pada tulisan kali ini saya akan memberikan tips seputar memilih KPR rumah. Selamat menyimak :)

Berikut 4 tips untuk memilih KPR rumah

Jangan salah pilih

Sebaiknya sebelum memutuskan bank mana yang Anda ambil bandingkan terlebih dahulu beberapa bank. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Lakukan perbandingan simulasi paket kpr rumah antar bank, pilih yang paling ringan menurut Anda. Ini penting karena nantinya Anda sendiri yang akan terbebani cicilan tersebut. Pilih bank yang memiliki track record baik dan tidak banyak bermasalah dengan nasabahnya.

Pilih bank dengan plafond tertinggi

Umumnya saat ini aturan pembiayaan bank adalah 70% dari taksiran harga rumah. Bank akan melakukan penilaian properti kerika Anda mengajukan kredit rumah ke mereka. Nilai taksiran tersebut bisa lebih kecil atau lebih besar dari nilai rumah yang Anda akan beli. Ini banyak terjadi khususnya untuk rumah second. Untuk itu melakukan perbandingan beberapa bank sangat penting dalam hal ini, karena semakin kecil plafond dari bank maka Anda akan dibebani uang muka kpr rumah atau down payment yang semakin besar.

Pilih bank yang fleksibel

Pada umumnya Bank memiliki prosedur tersendiri untuk memutuskan seseorang yang mengajukan kpr rumah disetujui atau tidak. Aturan bakunya adalah rasio cicilan Anda (istilahnya debt burden ratio-DBR) maksimal 30% dari nilai pinjaman. Contohnya jika Anda ingin mengambil cicilan 5 juta per bulan maka minimal Anda harus memiliki pendapatan 15 juta per bulan. Asumsinya apabila rasio cicilan Anda diatas 30% bank akan menganggap cash flow keuangan Anda akan terganggu dan akan mengganggu pembayaran cicilan kelak. Namun ada kalanya rasio ini juga bisa berasal dari pendapatan lain Anda. Disinilah pintar-pintar Anda bisa bernegosiasi dengan pihak bank.

Pilih bank dengan bunga fixed paling lama

Bunga fixed akan menguntungkan karena sudah hampir pasti lebih rendah dari suku bunga floating. Semakin lama bank memberikan bunga fixed maka Anda sebagai nasabah akan lebih mudah mengatur cash flow karena selama jangka waktu tersebut cicilan Anda akan tetap. Sebagai contoh ada bank menawarkan bunga 7,75% selama 3 tahun, jadi selama 3 tahun cicilan Anda akan tetap, misal Rp. 3 juta per bulan. Nanti pada tahun ke-4 suku bunga cicilan akan naik mengikuti suku bunga cicilan, pastinya akan lebih besar lagi cicilan Anda per bulan nantinya.

Demikian tulisan seputar 4 tips memilih bank untuk KPR rumah. Semoga membantu Anda dalam menentukan bank mana yang terbaik untuk membeli rumah idaman Anda :)

memilih bank dengan kpr rumah dp rendah.kalkulator bii syatiah.kpr bank paling ringan th 2014.KPR dengan cicilan DP paling ringan.kpr paling ringan th 2014.maksud KPR paket..